Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of SKRIPSI : PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI KAB. GOWA
Penanda Bagikan

Text

SKRIPSI : PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI KAB. GOWA

NURHALIMAH - Nama Orang;

Menjadi tua adalah hal yang tidak bisa dihindari. Proses penuaan akan berjalan seiring bertambahnya usia dan akan terjadi banyak perubahan dalam proses tersebut. Manusia pada umumnya akan melewati serangkaian proses perkembangan yang sifatnya teratur.
Hurlock mengemukakan bahwa tahap perkembangan manusia meliputi periode prenatal, masa bayi, masa awal kanak-kanak, masa akhir kanak-kanak, masa remaja awal, masa remaja, masa dewasa awal, masa dewasa akhir dan masa usia lanjut (lansia). Lansia menjadi titik akhir masa perkembangan pada manusia, yang juga merupakan periode dimana banyak terjadi masalah fisik dan psikologis. (Hurlock, 2002)
Jumlah pertumbuhan penduduk lansia di dunia semakin meningkat yang diperkirakan akan menjadi masalah baru bagi dunia kesehatan. Untuk mencegah munculnya masalah akibat ledakan jumlah lansia, World Health Organization (WHO) mencanangkan program peningkatan kesehatan agar seseorang memiliki usia yang lebih panjang dan tetap produktif.
Sampai sekarang ini, penduduk di 11 negara anggota WHO kawasan Asia Tenggara yang berusia di atas 60 tahun berjumlah 142 juta orang dan
2
diperkirakan akan terus meningkat hingga 3 kali lipat di tahun 2050. Pada Hari Kesehatan Sedunia tanggal 7 April 2012, WHO mengajak negara-negara untuk menjadikan penuaan sebagai prioritas penting mulai dari sekarang.
Rata-rata usia harapan hidup di negara-negara kawasan Asia Tenggara adalah 70 tahun, sedangkan usia harapan hidup di Indonesia sendiri termasuk cukup tinggi yaitu 71 tahun, berdasarkan Profil Data Kesehatan Indonesia tahun 2011. (WHO, 2012)
Hasil Sensus Penduduk tahun 2010 menunjukkan bahwa Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah penduduk lanjut usia terbanyak di dunia yakni mencapai 18,1 juta jiwa pada 2010 atau 9,6 % dari jumlah penduduk.
Penduduk lansia bertambah dengan sangat cepat bahkan tercepat dibanding kelompok usia lainnya. Pada tahun 2000 penduduk lansia sudah berjumlah 14,4 juta (7,18%) dan pada tahun 2020 diperkirakan akan menjadi dua kali lipat, berjumlah 28,8 juta (11,34%). Pada tahun 2007 Badan Pusat Statistik (BPS) mendata penduduk lansia berjumlah 18,96 juta (8,42% dari total penduduk) dengan komposisi 9,04% perempuan dan 7,80% laki-laki (Irwanasir, 2009).
3
Menurut BPS Provinsi Sulawesi selatan tahun 2008, jumlah lansia mencapai 448.805 dari 7.771.671 penduduk Sulawesi Selatan (Dinas Kesehatan Provinsi Sul-Sel, 2009). Sedangkan jumlah penduduk yang tergolong lansia di Kota Makassar mencapai 40.508 dari 1.248.436 penduduk Kota Makassar dan jumlah penduduk yang tergolong lansia di Kabupaten Gowa mencapai 27.856 dari 702.433 penduduk Kabupaten Gowa. (Dinas Kesehatan Provinsi Sul-Sel, Profil Kesehatan Provinsi Sul-Sel, 2007)
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada hari Rabu, tanggal 22 Mei di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Gowa didapatkan data bahwa jumlah penghuni panti adalah sebanyak 100 orang lansia.
Meningkatnya jumlah lansia membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh para lansia. Rentan usia tersebut, permasalahan dari segi fisik, sosial, ekonomi, dan psikologi paling rentan terjadi. Oleh karena itu, peran aktif dari keluarga dan peran sosial sangat memberikan konstribusi yang berarti bagi kesejahteraan lansia. (Nugroho, 2008)
Masa lansia merupakan masa kritis bagi individu, dimana individu mengalami banyak


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
Untuk Baca FULL TEXT di Perpustakaan FKIK UINAM
No. Panggil
Skripsi
Penerbit
: Perpustakaan FKIK., 2013
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI KAB. GOWA
    Silahkan Kunjungi Perpustakaan FKIK UINAM
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?