Text
SKRIPSI : GAMBARAN PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA PASIEN TERAPI METADON DI PUSKESMAS KASSI - KASSI MAKASSAR
Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat adiktif yang sering disingkat dengan nama NAPZA merupakan obat, bahan, atau zat bukan makanan yang jika diminum, dihisap, dihirup, ditelan, atau disuntikkan berpengaruh pada kerja otak (susunan syaraf pusat) yang seringkali menimbulkan ketergantungan. NAPZA diqiyaskan pada khamar karena sifatnya yang sama-sama memabukkan dan setiap benda yang memabukkan hukumnya haram. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penyalahgunaan NAPZA pada pasien terapi metadon.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengguna NAPZA yang mengikuti terapi metadon di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Penelitian ini menggunakan tehnik accidental sampling periode 10-24 Juni 2013 dengan jumlah sampel 50 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan formulasi, distribusi dan frekuensi.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa karakteristik penyalahgunaan NAPZA yaitu berjenis kelamin laki-laki (92,0%) dengan dewasa muda umur 23-34 tahun (80%), dan tidak hanya menggunakan 1 jenis zat tapi berbagai jenis zat yaitu ganja, shabu-shabu dan putaw (24,0%). Awal penyalahgunaan NAPZA pada usia remaja umur 11-22 tahun (80,0%) dengan alasan coba-coba (66,0).
Peranan keluarga, lembaga pendidikan, dan lingkungan masyarakat sangat berpengaruh pada pembentukan perilaku seseorang. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi yang terus menerus mengenai penyalahgunaan NAPZA untuk pencegahan dini bagi laki-laki yang pada umumnya mulai menggunakan NAPZA di usia remaja yang alasan penggunaannya coba-coba dan rehabilitasi bagi penyalahgunaan NAPZA
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain